Keyword : Peta digital, peta analog, peta
tematik, pemetaan
Proses Pemetaan Digital
Secara umum proses pemetaan digital dibagi ke dalam tiga tahap pekerjaan
sebagai berikut:
1. Data input
Data input yang dimaksud dapat berupa data survei lapangan baik dengan
menggunakan theodolite, total station, ataupun GPS yang telah diproses menjadi
data koordinat, peta analog yang sudah ada, hasil interpretasi foto udara atau
citra satelit. Data analog ini perlu dilakukan digitasi dengan melalui
vektorisasi dengan perangkat keras meja digitizer atau
rasterisasi dengan alat scanner. Kemudian dilakukan perubahan
format yang diinginkan dari vektor ke raster atau sebaliknya.
2. Data processing
Untuk proses editing objek-objek peta yang berupa simbol,
titik, garis, ataupun poligon dilakukan dalam format data vektor. Hal ini
mengingat kemampuan format vektor yang tidak terpengaruh besar kecilnya nilai
piksel. Ketika dilakukan zooming (in atau out) informasi yang
tersimpan dalam format vektor tidak berubah. Hal ini sangat berbeda bila
menggunakan format data raster yang terpengaruh oleh zooming kenampakan
pada layar monitor.
3. Data Output
Dengan berbagai manipulasi yang ada pada beragam perangkat lunak yang
diinginkan, setelah melalui proses editing dan
perancangan layout akan dihasilkan peta baru dalam format
digital. Peta baru dalam format digital ini memiliki banyak keuntungan apabila
akan digandakan, dikirim ke tempat lain, atau jika akan dilakukan
penambahan atau pengurangan informasi baru ke dalamnya. Untuk penyimpanannya
pun jauh lebih hemat, praktis, dan relatif tahan lama.
Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini
Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar