Selasa, 26 Juli 2016

Proses Pemetaan Digital

Keyword              : Peta digital, peta analog, peta tematik, pemetaan 

Proses Pemetaan Digital
Secara umum proses pemetaan digital dibagi ke dalam tiga tahap pekerjaan sebagai berikut:
1. Data input
Data input yang dimaksud dapat berupa data survei lapangan baik dengan menggunakan theodolite, total station, ataupun GPS yang telah diproses menjadi data koordinat, peta analog yang sudah ada, hasil interpretasi foto udara atau citra satelit. Data analog ini perlu dilakukan digitasi dengan melalui vektorisasi dengan perangkat keras meja digitizer atau rasterisasi dengan alat scanner. Kemudian dilakukan perubahan format yang diinginkan dari vektor ke raster atau sebaliknya.
2. Data processing
Untuk proses editing objek-objek peta yang berupa simbol, titik, garis, ataupun poligon dilakukan dalam format data vektor. Hal ini mengingat kemampuan format vektor yang tidak terpengaruh besar kecilnya nilai piksel. Ketika dilakukan zooming (in atau out) informasi yang tersimpan dalam format vektor tidak berubah. Hal ini sangat berbeda bila menggunakan format data raster yang terpengaruh oleh zooming kenampakan pada layar monitor.
     3. Data Output

Dengan berbagai manipulasi yang ada pada beragam perangkat lunak yang diinginkan, setelah melalui proses editing dan perancangan layout akan dihasilkan peta baru dalam format digital. Peta baru dalam format digital ini memiliki banyak keuntungan apabila akan digandakan, dikirim ke tempat lain, atau jika akan dilakukan penambahan atau pengurangan informasi baru ke dalamnya. Untuk penyimpanannya pun jauh lebih hemat, praktis, dan relatif tahan lama.


Untuk artikel lebih lengkap dan lebih jelas silahkan dilihat di : disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar